Ananda Sebut Berita nkripost Sangat Tendensius

Malaka.INFOPERBATSAN.com-Ananda Budiman, wartawan www.libasmalaka.com menilai berita soal dugaan pelemparan terhadap rombongan tim kampanye SN-KT, Paslon Bupati dan WakIl Bupati Malaka, di dekat kediaman Calon Bupati Stefanus Bria Seran (SBS) pada, Senin, 12 Oktober 2020 sangat tendensius dan tidak mendasar.

Pasalnya, dalam berita yang dirilis tersebut, memuat status saya di Story Aplikasi WhatsApp sebagai data tambahan tanpa melakukan chek and ricek kepada saya.

” Saya menilai berita itu penuh tendensius. Bagaimana bisa wartawan yang menulis membuat kesimpulan dengan menggunakan story saya di WhatsApp sebagai data pembanding?,” ujarnya kepada wartawan di Betun, Senin, 12 Oktober 2020.

Dijelaskannya, sebagai jurnalis pemula, dirinya merasa prihatin, dengan model tulisan demikian. Dimana dalam menulis, seharusnya wartawan memiliki kemampuan analisa akan duduk persoalan yang hendak diuraikan dalam tulisan.

Dirinya mencontohkan, apabila kasus ini benar terjadi, kenapa harus SBS yang diminta untuk memberikan perhatian akan hal ini?. Sebab, saat ini tahapan pilkada, tentu urusan.pelanggaran menjadi domain dari penyelenggara dalam hal ini KPU dan Bawaslu.

” Masa wartawan tulis tidak paham?. Ini tahapan pemilu. Kalau toh ada dugaan pelanggaran, silahkan lapor ke Bawaslu dan KPU, bukan minta perhatian dari kandidat lain. Tidak ada konsep berpikir demikian. Biarlah Bawaslu, KPU dan aparat terkait yang mengurus. Jangan wartawan menulis langsung meminta kandidat lain untuk memberi perhatian,” ungkapnya.

Dirinya menduga bahwa ini hanya framing saja. Kejadiannya kalau benar terjadi di dekat rumah SBS, apakah benar itu lawan politik?. Atau ini hanya framing saja. Bisa juga saya menduga bahwa ini bisa dilakukan oleh orang lain atau pihak ketiga yang tidak bertanggung jawab.

merasa prihatin, sebab

Berita yang dimuat oleh media nkripost.com tidak benar hanya Mencari pembenaran sendiri tanpa didasari bukti yang kuat

Hal itu disampaikan oleh wartawan libasmalaka.com Ananda Budiman pasalnya status yang saya muat menjawab status frido Raebesi di WhatsApp “main lempar o  terkesan status itu mempersiapkan diri untuk melempar masyarakat yang sedang duduk di cabang depan kapela santo Alexander haitimuk.

Sebelumya sekitar jam 10 wita Rombongan Tim Kampanye SN-KT dengan cara konvoi menggunakan kendaraan Truk penuh dengan masa dan kendaraan lainya, juga kendaraan roda dua dengan menggunakan knalpot racing yang sangat bising  menuju ke di Desa Seserai, Kecamatan Wewiku

Sesampainya di Depan Cabang kapela santo Alexander rombongan SN-KT berteriak histeris “Nomor satu menang, sambil memutar musik yang sudah disiapkan di salah satu kendaran Tim SN-KT,

masyarakat yang sedang memasang baliho berdiri menyaksikan saja dan tidak melakukan tindakan walaupun merasa terganggu, dengan kebisingan musik bel motor dan teriakan tim SN-KT yang berkampanye tidak pada tempatnya dan disaksikan oleh Aparat kepolisian Polsek Weliman,

Sepulangnya dari kampanya dari Desa seserai kecamatan Wewiku rombongan Tim SN-KT pulang menuju arah betun, para pemuda Weliman yang sedang duduk di depan Kapela Santo alexander serentak kaget melihat batu melayang dari arah kendaraan rombongan tim SN-KT mengenai kendaraan yang sedang di parkir dirumah kediaman Calon Bupati SBS, spontan para pemuda Weliman membalas dan pihak polisi dari polsek Weliman dibantu tim dari Polres Malaka Yang dipimpin oleh Komisaris Polisi Jantce Seran Mengamankan Lokasi , kata nanda.

Semantara Wartawan forumjurnalisri.com Paulus Edi Sumantri yang sedang mengabadikan kejadian menggunakan Handycam.

Pengakuan salah satu korban Maria Tresia Abuk, ditonton juga calon Bupati SBS dan adik kandungnya Ketua DPRD Malaka Adrianus Bria Seran di teras rumahnya yang diberitakan nkripost Hoax karna beliau lagi sibuk rapat mempersiapkan pertemuan terbatas besok kata Edi (tim)