Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Latih Budaya Seni Bela Diri Silat IKSPI

Dalam rangka mengasah kemampuan bela diri sekaligus menjalin tali silaturahmi , Satgas Yonarmed 3/105 Tarik latihkan bela diri IKSPI Kera Sakti pada masyarakat perbatasan khususnya anak-anak.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P., M.Tr. (Han)., dalam rilis tertulisnya di Desa Tasinifu, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Senin (7/9/2020).

Diungkapkan Dansatgas, bahwa kegiatan pengenalan bela diri tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan Satgas untuk memberikan bekal bela diri kepada anak-anak Desa Tasinifu.

“Beladiri IKSPI Kera Sakti artinya adalah Ikatan Keluarga Silat “Putera Indonesia” adalah merupakan bela diri warisan budaya bangsa berdiri pada tahun 15 Januari 1980 yang berpusatkan Di Kota Madiun,” ujarnya.

“Kita harus menyebar luaskan beladiri asli Indonesia kepada seluruh masyarakat perbatasan, agar memiliki kemampuan teknik beladiri yang benar,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakan, kegiatan tersebut dipimpin Danpos Aplal Letda Arh Riyo Yudikusumo, S.Tr.(Han). bahwa adanya permintaan dari salah seorang warga bapak Raja Paulus Thal (64) untuk melatihkan bela diri kepada masyarakat perbatasan guna mengisi waktu luang anak-anak dengan hal yang bermanfaat.

Dibawah arahan pelatih pencak silat yaitu Pratu Eko Mulyanto, kegiatan tersebut dilaksanakan dengan penuh antusias dan keseriusan dari anak-anak sekitaran Pos Aplal.

“Selain menjaga perbatasan kami juga mempunyai tugas dalam mengayomi masyarakat perbatasan, seperti contoh kecilnya memberikan arahan serta bimbingan kepada anak-anak agar menjadikan generasi penerus bangsa menjadi lebih baik lagi, ” ucap Danpos.

Lebih jelasnya guna menumbuhkan kecintaan kepada budaya Indonesia sebab beladiri silat merupakan salah satu warisan asli Nusantara.

Sementara itu bapak Raja Paulus Thal (64) mengucapkan terimakasih pada anggota Satgas karena mampu merangkul serta memberikan edukasi pada anak-anak perbatasan dalam seni bela diri guna kedepannya dapat bermanfaat bagi masyarakat dalam menjaga diri maupun menjaga kedaulatan NKRI.

“Kami senang bapak-bapak sekalian mau melatih anak-anak kami bela diri karena di samping untuk olahraga juga ini merupakan budaya Indonesia”, ungkapnya.