Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Amankan Pelibas Ilegal Pelaku Buka Lahan Wilayah Sengketa

Sebagai satuan tugas pengamanan perbatasan RI-RDTL sektor barat, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik menegakkan keutuhan dan kedaulatan wilayah NKRI dengan mengamankan pelibas ilegal yang akan melaksanakan pembukaan lahan di wilayah sengketa Naktuka.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan Halim, S.I.P.,M.Tr.(Han)., dalam rilis tertulisnya di Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Selasa (29/9/2020).

Dijelaskan Dansatgas, mendapat laporan dari salah satu warga adanya warga Negara Timor Leste yang melaksanakan aktifitas pembukaan dan pembakaran lahan di sektor wilayah sengketa Naktuka yang berada dekat dengan Pos Oepoli Pantai.

“Dengan mendengar informasi tersebut, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik mengerahkan sebagian personel dari Pos Oepoli Pantai untuk memastikan kebenarannya,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, Kegiatan patroli yang dipimpin oleh Serda Bambang dengan membawa beberapa personel mengecek langsung ke TKP yang diduga terdapat aktifitas warga negara tetangga yang melaksanakan pembukaan lahan secara ilegal di wilayah tersebut.

Setelah sampai di TKP, personel Satgas mendapati 4 orang warga Negara RDTL berinisial N (44), R (34),V(15), dan M (5) yang ditemukan sedang melaksanakan kegiatan membakar lahan di wilayah sengketa tersebut.

Mendapati hal tersebut, Serda Bambang melaporkan kejadian tersebut kepada Dankipur II Kapten Arm Warih selanjutnya mengamankan dan membawa 4 orang warga RDTL tersebut ke Pos Oepoli Pantai untuk dimintai keterangan.

“Berdasarkan keterangan yang bersangkutan, memang benar mereka melaksanakan aktifitas membuka lahan dalam rangka penyiapan lahan yang digunakan untuk bercocok tanam padi,” terangnya.

“Kemudian, setelah berkordinasi dengan pihak UPF, Imigrasi dan Kepolisian Amfoang Timur, kami menyerahkan orang yang bersangkutan untuk ditindak lanjuti oleh pihak yang lebih berwenang,” tambahnya.

Selain itu, Dankipur II juga berkoordinasi dengan Tokoh Agama Romo Yosef Bensasi (42) dan Tokoh Adat Bapak Tom Kameo (56) mengenai kejadian yang meresahkan warga khususnya di wilayah desa tersebut.

Sementara itu, bapak Sandre Kameo dari pihak Imigrasi dan Bripka Tyson dari pihak Kepolisian Amfoang Timur mengucapkan terimakasih atas tindakan yang dilakukan oleh Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dalam mengamankan pelibas ilegal tersebut.(*)