Kerja Keras Sejahterakan Masyarakat, Satgas Yonarmed 3/105 Tarik Bangun Dapur TK Dharma Wanita

TTU.Infolibasmalaka.com-Manunggal bersama rakyat, ungkapan tersebut yang tergambar dalam proses pembangunan dapur TK Dharma Wanita yang dilakukan Satgas Pamtas RI – RDTL Yonarmed 3/105 Tarik khususnya Pos Wini.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Yonarmed 3/105 Tarik, Letkol Arm Laode Irwan, S.I.P., M.Tr.(Han)., dalam rilisnya di Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. Senin (28/9/2020).

Diungkapkan Dansatgas, bahwa kegiatan sosial semacam ini juga merupakan salah satu bentuk Bhakti TNI yang memang harus dilaksanakan oleh anggota TNI dalam rangka membantu penyelenggaraan kegiatan bantuan kemanusiaan untuk menangani kesulitan-kesulitan yang ada di masyarakat agar terbentuk Ruang Alat Kondisi (RAK) Juang yang tangguh.

“Pembuatan dapur ini merupakan salah satu bentuk kepedulian anggota TNI khususnya anggota Pos Wini Satgas Yonarmed 3/105 Tarik untuk meringankan beban masyarakat perbatasan,” ujarnya.

“Semoga dengan dibuatnya bangunan ini untuk masyarakat menciptakan kondisi hubungan TNI dengan masyarakat semakin erat dan kompak,” tambahnya.

Ditambahkan di lain tempat, Dankipur I Lettu Arm Suhendri menjelaskan dalam pembangunan tersebut dipimpin Serda Sukamto dan beberapa personel Satgas lainnya bekerja keras setiap harinya yang diharapkan mampu memaksimalkan proses pembangunan dapur tersebut.

“Semoga dengan apa yang kami lakukan dapat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat dalam penggunaanya bagi para pengajar dan anak-anak,” terang Suhendri.

Sementara itu, bapak Anton Teme (36) selaku tokoh masayarakat mengungkapkan rasa terima kasih kepada anggota Satgas Yonarmed 3/105 Tarik dengan adanya campur tangan dalam proses pembangunan dapur Tk Dharma Wanita sehingga cepat terselesaikan.

“Terimakasih Bapak TNI yang telah membantu kami dalam membuat Dapur TK Dharma Wanita nantinya bangunan tersebut dapat digunakan para pengajar dalam membuat makanan ringan bagi anak-anak,” urainya.

Editor: Ananda Budiman