Pembahasan Perjanjian Kerjasama Status 7 Ruas Jalan Provinsi Bersama BKSDA Sulteng

infolibasmalaka.com | SULAWESI TENGAH – Perjanjian yang sebelumnya dilakukan atas penanda tanganan kerjasama di tuju ruas status Jalan Provinsi,oleh Gubernur Sulawesi Tengah Drs.H.Longki Djanggola, M.Si bersama Kepala BKSDA Sulteng Ir. H. Hasmuni Hasmar, MSI bertempat di Ruker Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat (26/6/2020).

Sementara itu,Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sulteng Syaifullah Djafar, melaporkan kepada Gubernur terkait 7 ruas Jalan dengan status sebagai Jalan Provinsi Sulawesi Tengah yang melintasi kawasan suaka alam (KSA) dan kawasan pelestarian alam (KPA) baik itu cagar alam.

taman wisata alam dan suaka margasatwa yang merupakan wewenang BKSDA Sulteng, antara lain :
1. Ruas jalan Malino Jaya- Sumara Jaya dengan panjang 22,22 km dan panjang jalan melintasi cagar alam Morowali adalah 2,87 km.

2. Ruas jalan Sumara- Lembah Sumara, dengan panjang jalan 9,05 km dan panjang jalan yang melintasi cagar alam Morowali adalah 0,53 km.

3. Ruas jalan Mepanga- Pasir Putih, dengan panjang jalan 26,02 km dengan panjang jalan melintasi cagar alam Tinombala adalah 7,60 km.

4. Ruas jalan Pasir putih- Basi dengan panjang jalan 20,85 km dan panjang jalan melintasi cagar alam Tinombala 2,18 km.

5. Ruas Tonusu- Pendolo dengan panjang jalan 58,20 km, dengan panjang jalan melintasi cagar alam Pamona dan taman wisata alam Bancea adalah 11,52 km.

6. Ruas jalan Uwemea- Toili dengan panjang jalan 23,25 km serta panjang jalan yang melintasi suaka margasatwa Bakiriang adalah 0,90 km.

7. Ruas jalan Siuna- Boalemo dengan panjang jalan 72,40 km dan panjang jalan melintasi suaka margasatwa Lombuyan adalah 3,03 km.

Selanjutnya, Syaifullah Djafar menyampaikan bahwa perjanjian kerjasama ini dibuat untuk perlindungan hukum bersama antara kedua belah pihak dapat terwujud atas dasar komitmen secara verbal.

“Sembari menunggu tersedianya dokumen pelengkap perjanjian kerjasama yang memerlukan biaya dan waktu untuk proses penyelesaiannya, selanjutnya Dinas bina marga dan penataan ruang Provinsi Sulawesi Tengah pada bulan februari 2020 berdasarkan arahan dan konsultasi dari BKSDA Provinsi Sulawesi Tengah mengajukan proposal kerjasama dalam rangka pembangunan yang tidak dapat dielakkan untuk ke tujuh ruas jalan Provinsi tersebut”, ujar Djafar

Dan kemudian dari BKSDA Provinsi Sulawedi Tengah menyetujui proposal rencana yang di ajukan oleh Dinas Bina Marga dan penataan ruang melalui surat nomor S.354/BKSDA/TU/TEK.1/3/2020 tentang permohonan kerjasama dalam rangka pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan yang disertai dengan draft perjanjian kerjasama antara kepala BKSDA dengan Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang mana sudah terlaksana.

Sementara Kepala BKSDA Provinsi Sulteng Ir. Hasmuni Hasmar menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Provinsi Sulawesi Tengah yang telah mewujudkan pemulihan dampak hukum atas pembukaan ruas jalan pada area hutan oleh pemimpin Sulawesi Tengah sebelumnya.

“Ini merupakan prestasi yang sangat besar dan pekerjaan yang mulia, semoga diakhir masa jabatan Gubernur sudah bisa diproses penandatanganan pembangunan ruas jalan Sedoa, Behoa, Bada yang melalui hutan lindung dan hutan konservasi.Ini menjadi kenangan terindah yang akan ditinggalkan bapak Gubernur, karena dampaknya sangat besar untuk masyarakat dan bisa mempercepat pembangunan di wilayah tersebut”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyampaikan ucapan terima kasih bahwa ruas Baturube – Tambayoli sudah terbuka, mudah-mudahan ruas Jalan Lore selatan, Bada, Besoa dan Behoa cepat terwujud.

“Kita bersyukur bahwa akses jalan ini sangat berguna dan sangat berguna serta bermanfaat kepada masyarakat, penghubung adat istiadat yang selama ini terpisahkan akibat tidak adanya akses penghubung”, ujar Gubernur.(Sum/F01)