LPPDM nilai, bagi sembako sebagai modus kampanye terselubung

Ruteng, infolibasmalaka.com-Lembaga Pengkaji dan Peneliti Demokrasi Manggarai (LPPDM) hari ini (04/05/2020) menggelar aksi menuntut Bupati Deno menghentikan kegiatan bagi-bagi sembako kepada warga ditengah pandemi Covid-19.

Ketua LPPDM, Marsel Nagus Ahang menilai, kegiatan tersebut sebagai bentuk kampanye politik terselubung dengan modus bagi-bagi sembako.
“Kan ada bawahan beliau ditingkat Desa, ada Kades, RT, RW dan perangkat Desa, ya manfaatkan mereka itu. Kenapa musti beliau sendiri yang turun, apalagi harus melibatkan unsur Forkopimda. Ini patut diduga sebagai bentuk kampanye Politik, ujar Ahang”.

Lebih lanjut Ahang menuturkan, dalam kegiatan tersebut rombongan Bupati selalu melibatkan unsur Forkompimda yang jumlahnya mencapai puluhan orang.
Bayangkan, sekali kegiatan bagi sembako itu melibatkan hampir puluhan orang, lantas bagaimana beliau menyikapi Maklumat Kapolri? Bukankah beliau sebagai Pemerintah mesti memberi tauladan bagi masyarakat?”.

Sementara, kata dia, Kapolri sudah secara tegas dalam maklumatnya agar mematuhi kebijakan Pemerintah dalam penanganan penyebaran Covid-19.
“Dalam Maklumat itu jelas bahwa kegiatan sosial kemasyaraakatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak harus ditiadakan”.

Ahang meminta agar Bupati Deno segera menghentikan kegiatan yang menghadirkan banyak orang tersebut serta menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Manggarai atas tindakan pembangkangan terhadap Maklumat Kapolri yang dilakukanya, pinta Ahang.

Laporan: Olizh Jagom