Warga Jatim Harus Pahami Teknik Penggunaan Rapid Test.

Surabaya. Infolibasmalaka – Untuk mendapatkan hasil yang akurat dari rapid test, warga jatim di minta harus pahami. Jika tekniknya kurang tepat maka fulsenya negatif.

Benjamin Kristianto, salah seorang anggota DPRD Jatim mengatakan, di tengah pandemi Covid-19 tidak memungkiri maraknya pemeriksaan rapid test di beberapa tempat. Produk rapid test tersebut diimpor dari mancanegara, salah satunya dari China dan Korea. Tiap produk memiliki kualitas yang berbeda-beda.

“Kalau rapid test yang diimpor dari Cina kualitasnya beragam. Ada yang bagus, tapi ada juga yang tidak. Kalau dari Korea lebih baik, dan tingkat keakuratannya lebih baik”, ucap Benjamin. Minggu (26/4/2020).

Ia menjelaskan, pemeriksaan rapid test kurang tepat, seolah-olah hasilnya negatif, padahal teknik pemeriksaannya yang salah.

“Harus tepat agar akurat. Dampak dari hasil rapid test yang false negatif akan menjadikan seseorang tersebut merasa tidak terinfeksi virus Corona. Seseorang akan merasa percaya diri dan bangga berkumpul dengan orang banyak. Padahal dia justru carrier yang menyebarkan virus ke orang sekitarnya”, jelasnya.

“Teknik rapid test yang benar adalah tidak langsung menggunakan darah segar, Artinya darah segar yang diambil tidak langsung diteteskan ke alat rapid test. Tetapi pemeriksaan sebaiknya menggunakan serum atau plasma. Mengingat antibodi yang diperiksa itu adalah immunoglobulin G (IgG) dan Immunoglobulin M (IgM)”, tambahnya.

Benjamin yang juga politisi Gerindra ini menjelaskan, IgG dan IgM sebenarnya tidak ada di seluruh darah. Tetapi antibodi ini ada di plasma atau serum tersebut.

“Darah itu terdiri dari sel darah dan cairan plasma atau serum. Antibodi itu tidak ada di sel. Tetapi adanya di plasma atau serum”, paparnya.

Benyamin menyebut teknik rapid test yang lebih tepat adalah mengambil darah itu lalu dilakukan sentrifugasi (diputar dengan alat) dengan kecepatan tinggi sehingga terpisahlah antara sel dengan plasma. Kemudian plasma yang diambil bisa diteteskan ke alat rapid test, sehingga kandungan immunoglobulin lebih pasti dan tepat. Untuk serum/plasma cukup 10 ul sedangkan untuk whole blood harus 2/3 kali lebih banyak.

“Itu mencegah terjadinya false negatif. Padahal bukan negatif. Tetapi kadarnya kurang,” tuturnya.

Beda halnya hasil rapid test positif karena hasil tersebut biasanya tepat. Orang yang dinyatakan positif covid-19 langsung diisolasi dan diawasi untuk mendapatkan perawatan medis. Dalam memeriksa rapid test, Benyamin mengingatkan seseorang harus memperhatikan kualitas alat rapid dan tekniknya, supaya tak percuma membeli rapid atau melakukan pemeriksaan tapi hasilnya False.(Sum/Tim)