Pemda Tegaskan Penderita Meninggal di Loomota, Desa Umatoos – Malaka Bukan Penderita Covid 19

Pemerintah Kabupaten Malaka tegaskan bahwa penderita yang meninggal dunia di desa Umatoos – Kecamatan Malaka Barat – Kabupaten Malaka provinsi NTT, bukan Pasien Covid 19 walau dikuburkan dengan Prosedur Covid 19.

Sementara itu ada berita yang ditulis media bahwa Puskesmas menolak Pemeriksaan terhadap pasien karena tidak punya alat pelindung itu adalah berita yang keliru dan sangat menyesatkan masyarakat sehingga perlu diluruskan.

Berita yang benar adalah Penderita yang meninggal dunia itu bukan penderita Covid. Beliau yang meninggal itu memiliki riwayat penyakit sendiri dan sudah mengidap penyakit lain sejak Desember 2019.

Penderita itu bukan Pasien Covid walau beliau datang dari daerah terpapar . Waktu datang ke Malaka beliau dalam kondisi baik , sadar dan dikembalikan ke rumah untuk isolasi mandiri karena datang dari daerah terpapar tetapi dalam perjalanannya meninggal dunia.

Karena pasien itu dalam posisi isolasi mandiri maka protokol penguburannya sesuai prosedur Covid yang dilakukan tim gugus di desa, Kecamatan dan Kabupaten.

Penegasan itu disampaikan Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam konfrensi pers bersama wartawan dihadiri Jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, Camat Malaka Barat dan Kapolsek Malaka Barat di kediaman Bupati Malaka di Haitimuk-Malaka, Rabu (15/4-2020)

Bupati menegaskan Pemerintah Kabupaten Malaka tidak menutup-nutupi terkait penanganan pencegahan Covid 19 di Malaka .

” Covid 19 itu bukan penyakit biasa tetapi Pandemi yang dialami di seluruh dunia sehingga pola penangannya juga dengan cara-cara khusus sesuai protokol kesehatan yang ditetapkan”

” Kita tidak tutup-tutupi dalam aspek pemberitaan tetapi tolong wartakan secara benar sesuai kenyataan yang ada karena daerah ini kita urus dengan baik dan serius mulai dari tingkat Kabupaten , Kecamatan hingga tingkat desa”.

” Tadi pagi Bupati ditelpon Gubernur NTT menanyakan kebenaran pemberitaan yang dilansir media dan sebagai kepala daerah sudah menyampaikan kepada Bapak Gubernur tentang fakta, situasi dan kondisi yang sesungguhnya terjadi”

” Sesuai arahan Bapak Gubernur, pagi ini sebagai Bupati saya hadirkan Kadis Kesehatan bersama jajarannya, Camat Malaka Barat dan Kapolsek Malaka Barat yang disaksikan seluruh wartawan yang bertugas di Malaka guna memberikan penjelasan apa yang sesungguhnya terjadi sehingga tidak membingungkan dan meresahkan masyarakat”

” Silahkan wartawan mendengarkan penjelasan resmi dari pemerintah dan wartakan sesuai apa yang dilihat dan didengar karena tidak ada yang ditutupi”

Dalam kesempatan itu Bupati Malaka mengingatkan bahwa wartawan itu sebuah profesi yang sangat profesional untuk mewartakan kebenaran .

“Karena wartawan itu pekerjaan profesional maka dalam mewartakan berita kepada publik juga harus akurat , kredibel dan
sesuai penjelasan resmi dari narasumber terpercaya dan tidak diplintir”

” Kita berharap semua elemen masyarakat baik itu Pemerintah, TNI- Polri termasuk Wartawan memberikan perhatian penuh terhadap pencegahan Covid 19 di daerah ini.

Ketua Dewan Pengawas dalam Organisasi Pers Aliansi Pewarta Merah Putih (APMP), Bonifasius Atolan secara terpisah kepada wartawan memberikan apresiasi kepada pemerintah, TNI – Polri dan seluruh komponen masyarakat Perbatasan yang memiliki perhatian besar dalam pencegahan dan penanganan Covid 19 di Kawasan Perbatasan Negara RI-RDTL di Kabupaten Malaka.

” Sebagai Ketua Dewan Pengawas para insan pers yang tergabung dalam organisasi pers Aliansi Pewarta Merah Putih saya meminta kepada seluruh insan pers yang bertugas di negeri ini khususnya di kawasan perbatasan RI-RDTL supaya profesional dalam melakukan pemberitaan seputar berbagai upaya yang dilakukan semua pihak dalam pencegahan Covid 19 di negeri ini terutama di kawasan perbatasan negara RI-RDTL”

” Sebagai Wakil Ketua Organisasi Pers Forum Pimpinan Redaksi Nasional (FPRN ) yang membawahi ratusan media massa yang menyebar diseluruh Indonesia saya juga meminta kepada seluruh Pemilik dan Pimpinan Media Massa terutama yang tergabung dalam Organisasi Pers FPRN supaya turut ambil bagian dalam berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah bersama seluruh komponen masyarakat di negeri ini untuk berperang melawan Covid 19″

“Sebagai insan pers dan Institusi media dalam menghadapi Pandemi Covid 19 harus bisa menyampaikan informasi yang cepat ,tepat,akurat, bertanggung jawab dan menyejukkan terutama untuk mendorong percepatan penanganan Covid 19 ”

” Pers bukan hanya bertugas untuk menyajikan berita kepada publik terkait peristiwa yang terjadi disekitarnya tetapi juga dalam menjalankan fungsinya harus bertanggung jawab kepada masyarakat (Social Responsibility Press” (ed/bagaskoro)