Pemda Malaka Segera Tata Irigas Ramea Desa Fatoin Io Kufeu

Daerah Irigasi (DI) Raimea di desa Fatoin -.Kecamatan Io Kufeu – Kabupaten Malaka -.Provinsi NTT harus jadi daerah penyangga lumbung pangan di Kabupaten Malaka.

Untuk mewujudkan rencana diatas perlu dilakukan penataan-penataan terkait infrastruktur pengairan dan kelembagaan kelompok tani sebagai ujung tombak pengembangan usaha pertanian di wilayah itu.

Potensi luas lahan untuk pengembangan usaha pertanian di daerah ini sangat memadai dan subur sehingga hanya dengan sedikit sentuhan bisa menggairahkan usaha pertanian di daerah ini.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan hal itu kepada wartawan usai meninjau lokasi pertanian di Daerah Irigasi Raimea -.Desa Fatoin -.Kecamatan Io Kufeu – Propinsi NTT, Senin (20/4-2020).

Pencetus Program RPM Kabupaten Malaka itu mengatakan potensi luas lahan untuk pengembangan usaha pertanian masyarakat disini sangat bagus, subur dan luas.

” Tadi kita sudah lihat potensi pertanian dan potensi irigasinya yang harus mendapat penanganan agar dioptimalkan pemanfaatannya”

” Khususnya untuk air irigasinya, Dinas PU Malaka melalui bagian irigasi dalam waktu dekat berkoordinasi dengan Propinsi agar segera mendapatkan penanganan karena ada penumpukan sedimen dan material banjir yang menghambat penampungan air dan aliran air irigasi ke sawah masyarakat”

” Setelah dilakukan pemantauan ternyata sumber masalahnya penumpukan material sehingga harus dikeruk dengan alat berat guna bisa menampung dan mengalirkan air ke sawah masyarakat. Kita tunggu hasil koordinasinya guna mendapatkan penanganan”

Terkait usulan masyarakat supaya DI Raimea diperkuat dengan pengeboran dua buah sumur dalam guna melayani rakyat, Bupati SBS mengatakan secara prinsip pengeboran sumur itu baik guna melancarkan usaha pertanian masyarakat tetapi sebelumnya perlu dilakukan kajian teknis terkait ketersediaan sumber mata air ditempat itu sehingga tidak mubasir.

” Orang yang ahli dibidang pengairan khususnya pengeboran sumur harus bisa melakukan penelitian supaya bisa memastikan ada sumber mata air yang memadai saat dilakukan pengeboran air”

Bupati yang sangat getol memperjuangkan ketersediaan pangan bagi rakyat itu mengatakan untuk tahap pertama fokus saja pada rencana normalisasi irigasi
agar petani tidak mengalami kekurangan air untuk dialirkan ke sawah.

” Memang masalah irigasi persawahan wewenangnya ada di tingkat provinsi tetapi kita dari tingkat kabupaten harus ada pengajuan”,

“Walaupun wewenang provinsi kita harus segera ajukan demi kepentingan rakyat Malaka . Tidak ada yang tidak bisa kita kerjakan demi kesejahteraan masyarakat”

” Saya minta dinas PU segera hitung berapa total anggaran yang dibutuhkan untuk menormalisasi bendung Derah Irigasi Raimea ini untuk segera dikerjakan karena waktu jabatan saya masih tersisa sepuluh bulan lagi”

Tokoh Masyarakat Bani-.Bani, Wandelinus Taolin kepada wartawan mengatakan potensi luas lahan di Daerah Irigasi Raimea sebanyak 680 ha bila dikelola dengan baik akan memberikan kemakmuran bagi rakyat.

” Kita berharap normalisasi irigasi atau pengeboran Sumur dalam segera dilakukan pemerintah agar dimanfaatkan rakyat”

Kades Fatoin, Nusius Asa kepada wartawan mengatakan pihaknya segera melakukan penataan kelembagaan kelompok tani untuk dilakukan pembinaan oleh Dinas Pertanian melalui petugas PPL .(bagas-Rensi)