Kecamatan Kuwus buka posko penanganan Covid-19

Mabar, Infolibasmalaka.com-Dalam rangka upaya memutus rantai penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Kec. Kuwus, Kab. Manggarai Barat, dibuka Posko pengawasan terhadap pelaku perjalanan dipintu masuk Golowelu, ibukota Kec.Kuwus.

Pembentukan Posko ini sesuai dengan arahan Bupati Manggarai Barat melalui SK Nomor: 79/KEP/HK/2020 tentang pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Manggarai Barat.

(Foto: Tes suhu tubuh bagi penumpang kendaraan/Dok: Olizh)

Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimca) yakni Camat Kuwus, Polsek Kuwus, Babinsa dan Puskesmas Golowelu.

Camat Kuwus, melalui Sekertaris Camat, Gabriel Bagung, SE menjelaskan, Posko pengawasan yang dibuka di Kecamatan Kuwus tersebut merupakan pintu masuk bagi beberapa Kecamatan sekitarnya.
“Jadi, Posko yang ada di Kecamatan Kuwus ini adalah salah satu pintu masuk bagi beberapa Kecamatan sekitar yaitu, Kuwus Barat, Ndoso, Pacar dan Macang Pacar. Laporan dari Posko Kuwus akan dilaporkan ke Posko Satgas Kabupaten untuk nanti dikoordinasikan ke setiap Kecamatan yang ada disekitar Kuwus, jelas Sekcam Gaby kepada media ini pada (13/04/2020)”.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, kata Gaby, pihaknya melakukan pengecekan terhadap seluruh kendaraan yang masuk melalui Golowelu.
“Suhu tubuh tiap penumpang kendaraan itu kita cek, kemudian kita juga tanya barangkali ada diantara mereka (penumpang, red) yang baru saja datang dari luar daerah, sehingga nanti kita data untuk dilakukan pemantauan. Pelaku perjalanan dari luar Daerah yang kita data di Posko Pintu masuk Golowelu menuju Kecamatan Kuwus dan beberapa Kecamatan sekitarnya, akan di data dan dilaporkan ke Satgas Kabupaten untuk dikoordinasikan selanjutnya ke masing-masing Kecamatan. Khusus utk Pelaku Perjalanan dari luar Daerah yang menuju Desa di wilayah Kec.Kuwus, akan dipantau oleh Pemerintah Desa dan Petugas Fasilitas Kesehatan (Faskes) yg ada di masing-masing Desa selama Isolasi mandiri sesuai dengan Protap penanganan Covid 19, ujarnya”.

Selain itu, lanjutnya, kendaraan juga akan disemprot menggunakan disinfektan sebagai upaya sterilisasi, menghilangkan atau membunuh mikroorganisme baik Virus atau bakteri pada objek permukaan benda mati.

Kegiatan pengawasan di Posko ini, lanjut Gaby, sudah berjalan dua minggu. Dari data yang dihimpun selama kegiatan tersebut, hingga tanggal 13 Maret 2020, terdata 91 orang pelaku perjalanan dari luar daerah dan telah disarankan untuk lakukan isolasi secara mandiri dirumah. Dari jumlah tersebut, tercatat 19 orang telah selesai melakukan isolasi, tandasnya.

 

Laporan: Olizh Jagom